Kamis, 04 Maret 2010

OLAHRAGA teratur bermanfaat untuk kesehatan Anda dan janin selama kehamilan.

OLAHRAGA teratur bermanfaat untuk kesehatan Anda dan janin selama kehamilan. Tak hanya itu, olahraga selama hamil juga memberi peluang semakin besar untuk Anda terus menyertakannya sebagai bagian dari gaya hidup sehat setelah bayi Anda lahir.

"Latihan selama hamil membantu wanita tetap berpikir positif dalam menghadapi tekanan akibat kehamilan. Bahkan wanita mungkin memiliki tenaga lebih baik bila latihan teratur," kata Rebecca Scritchfield, ahli gizi, kesehatan, dan kebugaran ACSM health fitness, seperti dilansir Sheknows.

Kajian mengenai latihan atau olahraga selama kehamilan telah diungkap banyak ilmuwan beberapa tahun terakhir. Pada Agustus 2009, temuan yang dilaporkan dalam Journal of the American Academy of Orthopaedic Surgeons, mendorong wanita untuk memulai program kebugaran selama hamil—bahkan walaupun tidak dilakukan secara teratur.

Dua bulan kemudian, tepatnya Oktober 2009, sebuah studi tentang kebidanan & kandungan melaporkan, latihan selama kehamilan dapat menurunkan risiko berat badan bayi berlebihan saat dilahirkan. Itu berarti, olahraga yang Anda lakoni juga memberi manfaat langsung bayi.

Berat badan ideal untuk persalinan

Olahraga selama hamil tidak hanya mengontrol berat badan janin. "Latihan akan memerangi lemak (diendapkan dalam tubuh) yang berguna ketika Anda mencoba menurunkan sedikit berat badan untuk tujuan persalinan," kata John Williams, CEO EVO Health & Nutraceuticals Inc.

Williams menambahkan, mengelola berat badan selama kehamilan, membantu Anda menangkal ancaman gestational diabetes (diabetes selama kehamilan).

Olahraga selama hamil butuh penyesuaian

Kalau Anda khawatir dengan keselamatan janin, ada latihan sederhana yang bisa dilakoni untuk memperkuat otot-otot perut setelah trimester pertama. Tapi, Anda harus menghindari latihan yang berfokus di punggung.

Scritchfield menyarankan, mulai latihan dari intensitas rendah sampai sedang sampai sekira satu jam sehari, tetapi jangan memaksakan diri jika merasa tubuh sedang tidak fit.

"Program latihan terbaik adalah aerobik karena melatih kekuatan dan fleksibilitas. Sebenarnya, sebagian besar olahraga dapat dilakukan pada semua tahap kehamilan," tegas Scritchfield.

Lantas, olahraga apa yang terbaik untuk ibu hamil? Berikut di antaranya, seperti disarankan Scritchfield.

1. Kardio. Aerobik intensitas rendah hingga sedang, misalnya berjalan, berenang, jogging di air, dan bersepeda statis bermanfaat bagi kesehatan jantung, melegakan stres, dan menjaga berat badan kehamilan tetap proporsional.

2. Yoga. Prenatal yoga diajarkan oleh instruktur dengan pelatihan khusus untuk memasukkan gerakan-gerakan yang membantu proses kelahiran, dan untuk menghindari posisi kontraindikasi selama kehamilan.

Bicaralah dengan dokter sebelum memulai rutinitas kebugaran, dan dengarkan apa kata tentang keadaannya. Jika Anda merasa ada sesuatu yang tidak beres, berhenti latihan.
http://lifestyle.okezone.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Host